Pertemuan 5 dan 6
Nama : Putri Galuh Kusumawardhani
NIM : 20060484033
Kelas : 2020 A
BAB VII. PEMBELAAN DIRI
1. PEMBELAAN DIRI (Depdikbud Dirjen Dikti Pencak Silat,1992:75-76)
Pembelaan diri merupakan prinsip utama dalam olahraga pencak silat, sehingga perlu diperkuat landasannya terlebih dahulu. Dasar-dasar hindaran/ elakan dan tangkisan harus ditanamkan dan dihayati, yang memperkuat pembelaan aktif dan serangan balasan serta teknik-teknik lainnya. Prinsip pembelaan ini harus dipupuk menjadi sikap pandangan pembelaan diri secara mental/ ke-jiwaaan secara teknik. Dalam pembelaan harus memperhatikan bentuk serangan lawan, arah serangan, jarak serangan, ketepatan dan kemantapan pembelaan. Pembelaan diri terdiri dari :
a. Pembelaan dasar
· Hindaran dan elakan
· Tangkisan
b. Pembelaan lanjutan
· Tangkisan
· Jatuhan
· Kuncian
· Lepasan
c. Pembelaan tinggi
· Hambatan/pra gerak
· Sambut
· Penguasaan
2. PEMBELAAN DASAR (Depdikbud Dirjen Dikti Pencak Silat,1992:76-90)
A. Hindaran
Hindaran adalah suatu usaha pembelaan dengan cara memindahkan bagian-bagian tubuh yang menjadi sasaran serangan. Hindaran mempunyai unsur : kuda-kuda, sikap tubuh dan sikap tangan. Hindaran ke arah 8 penjuru mata angin dapat dilakukan dengan cara :
· Hindar, hadap yaitu menghindar dengan memindahkan kaki, sehingga posisi tubuh menghadap lawan.
· Hindar sisi, menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menyamping lawan.
· Hindar angkat kaki, menghindar dengan cara angkat kaki.
· Hindar kaki silang, menghindar dengan memindahkan kaki secara menyilang.
B. Elakan
Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau berpindah namun kembali ketempat semula. Macam elakan terdiri dari :
· Elakan bawah
· Elakan atas
· Elakan samping
· Elakan belakang
Keterangan :
1. Elakan bawah
a. Mengelak dari serangan lawan pada bagian tubuh atas.
b. Merendah diri dengan sikap tungkai ditekuk tanpa memindahkan letak pijakan kaki.
c. Disertai sikap tubuh dan sikap tangan waspada
2. Elakan atas
a. Mengelak dari serangan lawan pada bagian tubuh bawah
b. Mengangkat kedua atau salah satu kaki ( dengan sikap tungkai ditekuk ketika megangkat kedua kaki )
c. Disertai sikap tubuh dan sikap tangan waspada
d. Mendarat dengan kaki saling menyusul atau dengan kedua kaki
3. Elakan samping
a. Mengelak diri dari serangan lawan arah lurus depan dan atas
b. Dari sikap kangkang, memindahkan tubuh kesamping dengan mengubah sikap tungkai (kuda-kuda)
c. Disertai dengan sikap tubuh dan sikap tangan waspada
4. Elakan belakang
a. Mengelak diri dari serangan lawan arah lurus depan dan samping
b. Dari sikap kuda-kuda depan, menimbulkan tubuh kebelakang
c. Disertai dengan sikap tubuh dan sikap tangan waspada
C. Tangkisan
Tangkisan adalah usaha pembelaan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan. Kontak langsung itu, bertujuan :
1. Mengalihkan serangan dari lintasannya
2. Membendung atau menahan serangan, jika terpaksa
Sikap menangkis selalu disertai sikap kuda-kuda dan sikap tubuh dengan menggunakan :
1. Satu lengan
2. Siku
3. Dua lengan
4. Kaki
Terhadap serangan yang mempunyai bentuk dan lintasan yang bermacam-macam, maka tangkisan ada bervariasi :
1. Posisi tinggi atau rendah
2. Dengan tangan terbuka atau mengepal
3. Arah ke dalam atau keluar
Unsur-unsur lainnya yang penting :
1. Sikap tangan atau kaki
2. Sikap kuda-kuda
3. Sikap tubuh
TANGKISAN SATU LENGAN
Terdiri dari :
· Tangkisan luar, dari dalam keluar
· Tangkisan dalam, dari luar ke dalam
· Tangkisan atas, dari bawah ke atas
· Tangkisan bawah, dari atas ke bawah
TANGKISAN 2 LENGAN
Terdiri dari :
TANGKISAN KAKI
Terdiri dari :
· Tutup samping
· Tutup depan
· Tutup buang luar
· Busur luar/dalam
PETUNJUK LATIHAN :
1. Latihan dasar elakan dan tangkisan dilakukan dengan sikap awal yaitu, sikap tegak 2 (dua kepal dipinggang), sikap tegak 3 (dua kepal didada), atau sikap 4 (dua silang didada), ke berbagai arah, dengan pedoman arah 8 (delapan penjuru mata angin).
2. Latihan berpasangan/berteman untuk pemahaman tangkisan dan elakan secara teknik dilakukan dengan serangan, serangan yang sederhana, dilakukan dengan tenaga yang tidak terlalu kuat.
3. Kemudian dilatih elakan dan tangkisan dengan langkah bebas yang merupakan gerak berangkai.
4. Aba-aba dapat digunakan seruan
BAB VIII. SERANGAN
1. SERANGAN (Depdikbud Dirjen Dikti Pencak Silat,1992:95)
Pengertian serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai usaaha sasaran tertentu pada tubuh lawan.Serangan dapat dibagi jenisnya berdasarkan alat yang digunakan untuk melakukan serangan, yaitu:
· Serangan lengan/tangan yang lazim disebut pukulan.
· Serangan tungkai/kaki yang lzim disebut tendangan.
Terdapat pula teknik serangan dengan menggunakan bagian dari lengan atau tungkai, yaitu: sikuan, lututan, sapuan, kaitan, dan guntingan. Setiap serangan mempunyai unsur:
· Sikap tangan/ kaki sebagai alat serang
· Sikap kuda-kuda
· Sikap tubuh
2. SERANGAN LENGAN (Depdikbud Dirjen Dikti Pencak Silat,1992:95-98)
Serangan lengan dibagi menjadi :
a. Serangan tangan :
· Depan
· Bawah
· Atas
· Samping
Serangan lengan/tangan biasanya disertai dengan sikap kuda-kuda depan dengan melangkah kedepan atau serong kiri/kanan. Bergantian kiri/kanan, berdasarkan arah 8 (delapan) penjuru mata angin.
a. Melalui depan :
· Tebak, pukul telapak tangan
· Tinju, tangan dikepalkan
· Dorong, dua telapak tangan
· Sodok, telapak tangan telentangan
· Totok, bentuk tangan mencengkram rapat.
b. Melalui bawah
· Bandul/ catok (upper cut dalam tinju)
· Sanggah, pangkal telapak tangan, serangan dagu
c. Melalui samping
· Pedang, sisi telapak tangan
· Tampar, telapak tangan
· Bandul, dari samping
· Kepret, punggung tangan
3. SERANGAN SIKU (Depdikbud Dirjen Dikti Pencak Silat,1992:98-100)
Serangan dengan siku jarak antara kita dengan lawan dekat. Serangan dengan menggunakan siku dapat dilakukan dengan arah serangan ke :
· Depan
· Serong
· Samping
· Atas
· Bawah
· Belakang

































Comments
Post a Comment